blog-img

Destinasi Wisata Goa Kaca dan Goa Surupan

Ana Saepudin, 21/01/2020, 251

Goa Kaca merupakan destinasi wisata yang berada di dusun Pasir Kored Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran berjarak 9.0 km dari Bundaran Marlin Pangandaran ke arah barat. Waktu tempuh yang diperlukan untuk mengunjungi daya tarik wisata ini sekitar 20 menit melalui Jl. Sukamelang  dan berada di titik koordinat 7°37'51.3"S 108°37'40.3"E.

Daya tarik wisata Goa ini memiliki keunikan tersendiri, dimana dalam satu kawasan terdapat delapan Goa, yaitu Goa Walet, Goa Surupan, Goa Lanang, Goa Junti, Goa Pereng, Goa Wadong, Goa Kaca, Goa Cirangkis dan Goa Landak. Dari kedelapan Goa tersebut baru Goa Kaca dan Goa Surupan yang bisa dikunjungi wisatawan, untuk sementara yang lainnya, masih belum dibuka untuk tempat wisata.

Goa Kaca pertama kali di temukan pada tahun 1990 oleh para penambang batu phospat, tidak heran ketika masuk ke dalam goa, wisatawan akan mendapati banyak bekas galian penambangan batu phospat. Karena keindahan dan potensi wisata yang dimiliki Goa Kaca, warga sekitar mulai berani memasuki Goa tersebut dan mulai dikembangkan. Pada tahun 2015 sampai 2016, karang taruna di Dusun Pasir Kored mencoba kembali mengembangkan wisata goa tersebut menjadi destinasi wisata

Goa Kaca memilki keindahan yang luar biasa, bagian langit goa dan dasar goa dipenuhi banyak stalaktit dan stalagmit raksasa yang masih alami. Goa sepanjang 100 meter ini memiliki beberapa luas ruangan yang mirip dengan kamar tidur. Wisatawan bisa berselfie ria di ruangan goa sambil menimati stalaktit dan stalagmitnya. Konon katanya, di Goa Kaca pernah ada batu yang begitu bening seperti kaca namun batu tersebut telah rusak oleh para penambang, yang tersisa sekarang ini hanya berupa batu - batu kristal saja. Oleh karena itu goa ini dinamakan goa kaca.

Setelah dibuat takjub dengan keindahan Goa Kaca, sekitar 50 meter terdapat Goa Surupan. wisatawan akan diajak berpetualang menjelajahi Goa Surupan yang memiliki panjang sekitar 1500 m. di dalam Goa tersebut terdapat aliran sungai Cipicung dikarenakan medan yang cukup sulit maka, tidak semua pengunjung dapat memasuki goa tersebut, hanya di khususkan untuk orang dewasa saja. Di Goa Surupan, wisatawan akan di ajak membelah perut bumi dengan menyusuri aliran sungai Cipicung. Saat memasuki Goa Surupan, wisatawan akan diajak berbasah- basahan, sambil merasakan sensasi memanjat tebing dan merayap di dinding goa. Ada 3 spot yang bisa di jadikan tempat berfoto ria diantaranya batu kristal besar dengan air yang mengalir dari atas batu, spot ke 2 adalah ruang besar di tengah goa dan spot ke 3 adanya lubang, sehingga matahari bisa masuk secara langsung ke dalam goa. Di sini wisatawan juga akan menemukan kelelawar kecil yang merupakan penghuni Goa Surupan, tak heran begitu kita memasuki goa tersebut, kita akan merasakan aroma amoniak dari dalam. Setelah keluar dari goa tersebut wisatawan akan melewati bukit dengan kemiringan 45 derajat, para pemandu lokal menyebutnya Bukit Galau. Karena ketika berada di tengah perjalanan, wisatawan akan merasa galau dan dilema antara ingin kembali atau melanjutkan perjalanan bukit. Jika wisatawan melanjutkan perjalanan sampai ke puncak bukit akan di suguhkan dengan pemandangan hamparan pepohonan dan persawahan yang hijau, dari sana juga wisatawan dapat melihat wilayah Pangandaran secara keseluruhan dari ketinggian

Bagi wisatawan yang akan mengunjungi Goa Kaca dan Goa Surupan, disarankan tidak pada musim hujan selain jalannya yang licin, Goa Surupan akan ditutup untuk kegiatan berwisata karena dikhawatirkan terjadi luapan sungai.

Pengelola setempat menetapkan tiket masuk ke kawasan wisata sebesar 10.000 rupiah. Dengan harga yang sangat terjangkau wisatawan sudah bisa menikmati sensasi petualangan dan indahnya stalaktit dan stalagmit raksasa di dalam goa. Bilamana ingin mencicipi kuliner khas Desa Sidomulyo, wisatawan dapat memesan nasi liwet khas Bukit Galau dengan harga terjangkau ditempat makan terdapat disekitar lokasi.

Goa Kaca merupakan destinasi wisata yang berada di dusun Pasir Kored Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran berjarak 9.0 km dari Bundaran Marlin Pangandaran ke arah barat. Waktu tempuh yang diperlukan untuk mengunjungi daya tarik wisata ini sekitar 20 menit melalui Jl. Sukamelang  dan berada di titik koordinat 7°37'51.3"S 108°37'40.3"E.

Daya tarik wisata Goa ini memiliki keunikan tersendiri, dimana dalam satu kawasan terdapat delapan Goa, yaitu Goa Walet, Goa Surupan, Goa Lanang, Goa Junti, Goa Pereng, Goa Wadong, Goa Kaca, Goa Cirangkis dan Goa Landak. Dari kedelapan Goa tersebut baru Goa Kaca dan Goa Surupan yang bisa dikunjungi wisatawan, untuk sementara yang lainnya, masih belum dibuka untuk tempat wisata.

Goa Kaca pertama kali di temukan pada tahun 1990 oleh para penambang batu phospat, tidak heran ketika masuk ke dalam goa, wisatawan akan mendapati banyak bekas galian penambangan batu phospat. Karena keindahan dan potensi wisata yang dimiliki Goa Kaca, warga sekitar mulai berani memasuki Goa tersebut dan mulai dikembangkan. Pada tahun 2015 sampai 2016, karang taruna di Dusun Pasir Kored mencoba kembali mengembangkan wisata goa tersebut menjadi destinasi wisata

Goa Kaca memilki keindahan yang luar biasa, bagian langit goa dan dasar goa dipenuhi banyak stalaktit dan stalagmit raksasa yang masih alami. Goa sepanjang 100 meter ini memiliki beberapa luas ruangan yang mirip dengan kamar tidur. Wisatawan bisa berselfie ria di ruangan goa sambil menimati stalaktit dan stalagmitnya. Konon katanya, di Goa Kaca pernah ada batu yang begitu bening seperti kaca namun batu tersebut telah rusak oleh para penambang, yang tersisa sekarang ini hanya berupa batu - batu kristal saja. Oleh karena itu goa ini dinamakan goa kaca.

Setelah dibuat takjub dengan keindahan Goa Kaca, sekitar 50 meter terdapat Goa Surupan. wisatawan akan diajak berpetualang menjelajahi Goa Surupan yang memiliki panjang sekitar 1500 m. di dalam Goa tersebut terdapat aliran sungai Cipicung dikarenakan medan yang cukup sulit maka, tidak semua pengunjung dapat memasuki goa tersebut, hanya di khususkan untuk orang dewasa saja. Di Goa Surupan, wisatawan akan di ajak membelah perut bumi dengan menyusuri aliran sungai Cipicung. Saat memasuki Goa Surupan, wisatawan akan diajak berbasah- basahan, sambil merasakan sensasi memanjat tebing dan merayap di dinding goa. Ada 3 spot yang bisa di jadikan tempat berfoto ria diantaranya batu kristal besar dengan air yang mengalir dari atas batu, spot ke 2 adalah ruang besar di tengah goa dan spot ke 3 adanya lubang, sehingga matahari bisa masuk secara langsung ke dalam goa. Di sini wisatawan juga akan menemukan kelelawar kecil yang merupakan penghuni Goa Surupan, tak heran begitu kita memasuki goa tersebut, kita akan merasakan aroma amoniak dari dalam. Setelah keluar dari goa tersebut wisatawan akan melewati bukit dengan kemiringan 45 derajat, para pemandu lokal menyebutnya Bukit Galau. Karena ketika berada di tengah perjalanan, wisatawan akan merasa galau dan dilema antara ingin kembali atau melanjutkan perjalanan bukit. Jika wisatawan melanjutkan perjalanan sampai ke puncak bukit akan di suguhkan dengan pemandangan hamparan pepohonan dan persawahan yang hijau, dari sana juga wisatawan dapat melihat wilayah Pangandaran secara keseluruhan dari ketinggian

Bagi wisatawan yang akan mengunjungi Goa Kaca dan Goa Surupan, disarankan tidak pada musim hujan selain jalannya yang licin, Goa Surupan akan ditutup untuk kegiatan berwisata karena dikhawatirkan terjadi luapan sungai.

Pengelola setempat menetapkan tiket masuk ke kawasan wisata sebesar 10.000 rupiah. Dengan harga yang sangat terjangkau wisatawan sudah bisa menikmati sensasi petualangan dan indahnya stalaktit dan stalagmit raksasa di dalam goa. Bilamana ingin mencicipi kuliner khas Desa Sidomulyo, wisatawan dapat memesan nasi liwet khas Bukit Galau dengan harga terjangkau ditempat makan terdapat disekitar lokasi.

Bagikan

A

Andre Bandung
21 Jan 2020 07:22

wah keren min, banyak sekali goa di Pangandaran yah ??


A

Ana Saepudin
21 Jan 2020 07:25

iya gan, udah berapa kali ke Pangandaran ?