blog-img

Kesenian Benjang Batok “Saung Angklung Mang Koko”

Ana Saepudin, 22/12/2020, 323

Pangandaran TourismPangandaran tidak hanya menawarkan pesona bahari, tetapi juga ragam akan seni, budaya, adat, tradisi, kesenian dan kearifan lokal lainya. Mulai dari seni pertunjukan, kerajinan tradisional, adat istiadat masyarakat serta perayaan yang rutin diselenggarakan sebagai wujud rasa syukur atas limpahan rezeki dari alam yang selama ini diterima dan melimpah ruah. Seperti halnya Kesenian Benjang Batok yang dikembangkan di “Saung Angklung Mang Koko”

Seni Benjang Batok adalah seni tradisional buhun yang berasal dari Dusun Karangpaci, Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran yang berjarak sekitar 1.5 KM dari destinasi wisata Green Canyon dengan waktu tempuh sekitar 7 Menit.

Dalam kesenian buhun ini alat yang digunakan terbuat dari tempurung atau batok kelapa yang dibentuk seperti mangkuk. Dengan dipukulkan secara berirama oleh beberapa orang penari sembari melenggokan badan selaras dengan alunan dan nada yang dihasilkan dari tempurung atau batok kelapanya pun terasa khas.

Kesenian Benjang Batok juga merupakan kolaborasi antara seni angklung dengan irama musik gamelan. Dan lagu yang dibawakan adalah lagu bertemakan sisindiran (sunda). Selain dikolaborasikan dengan alat musik tradisional lainya, kesenian Benjang Batok sering dipentaskan pada acara penyambutan para tamu yang hadir dalam upacara adat atau acara-acara tertentu

Bagikan